Buang Tumpukan Handuk Bekas di Rumah ke Dropbox #SwitchToWell!

Tahukah kamu, selain menjadi pengguna air terbesar, tekstil juga menjadi penyumbang limbah terbesar di beberapa negara. Lebih dari 1 juta ton tekstil yang berasal dari rumah tangga berakhir di Tempat Pembuangan Akhir, sedangkan setengah juta ton serat mikro sintesis dilepaskan ke laut setiap tahunnya.


Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Morning Whistle hadir dengan mengusung campaign #SwitchToWell. Dalam campaign tersebut, Morning Whistle mengajak masyarakat untuk bijak berkonsumsi dan beralih ke produk yang lebih baik. Selain fokus terhadap kesehatan masyarakat, produk Morning Whistle juga berfokus terhadap lingkungan yang berkelanjutan. Kita sadar jika kesehatan itu sangat berarti, tapi lingkungan juga perlu dimengerti" jelas Elisabet Iskandar selaku Head of Digital Marketing & Brand dari Morning Whistle.


Dropbox #SwitchToWell hadir untuk menampung limbah - limbah handuk bekas pemakaian pribadi yang dimiliki masyarakat. Jika biasanya handuk bekas hanya dijadikan kain lap, keset dan sejenisnya lalu dibuang begitu saja hingga menumpuk di rumah, kini handuk yang sudah tidak terpakai bisa ditampung di dropbox #SwitchToWell. Tentunya hasil handuk bekas/tidak terpakai tersebut akan didaur ulang menjadi produk turunan yang bermanfaat.


Dalam mewujudkan campaign ini, Morning Whistle berkolaborasi dengan Jagatera Indonesia selaku penyedia jasa untuk mengelola barang - barang rumah tangga yang tidak terpakai. Dropbox #SwitchToWell untuk pertama kalinya hadir di Tangerang tepatnya pada Summarecon Mall Serpong mulai dari tanggal 17 - 30 Oktober 2022. Melalui dropbox tersebut, lebih dari 460 handuk bekas masyarakat di sekitar Tangerang terkumpul. Fakta tersebut juga menunjukan jika banyak handuk yang sudah tidak terpakai namun masih menumpuk di rumah, sedangkan sebagian lainnya sudah dibuang langsung ke tempat sampah. Melihat antusias masyarakat menyalurkan handuk bekasnya ke dropbox #SwitchToWell, semakin menunjukan jika masyarakat sangat aware terhadap isu lingkungan dan tidak menutup kemungkinan Morning Whistle akan membuka drop point di kota lainnya.


Foto: Booth Morning Whistle di Serpong Green Warrior

Selain berkolaborasi dengan pengelola limbah, Morning Whistle juga menggandeng beberapa komunitas serta media yang berfokus pada lingkungan hijau, di antaranya Zero Waste Indonesia, TukarBaju, Earth Hour Tangerang, Komunitas Pilah Sampah, Greeneration Foundation, Earth Hero, serta Cleanomic. Sementara itu di hari terakhir, Morning Whistle juga berada dalam event Serpong Green Warrior Run untuk melakukan sosialisasi campaign #SwitchToWell kepada para peserta. Dukungan dan respon tersebut memberikan dampak yang sangat besar untuk mewujudkan tujuan campaign #SwitchToWell dalam meminimalisir tumpukan limbah di Tempat Pembuangan Akhir ataupun laut serta ajakan dalam bijak berkonsumsi dengan beralih ke produk yang lebih baik.


Berawal dari isu lingkungan yang timbul dan ramai di beberapa tahun belakangan ini, ternyata setiap tahunnya limbah tekstil terus meningkat dan menjadi ancaman bagi lingkungan. Masyarakat yang mulai aware dengan kejadian ini mulai mencari alternatif cara untuk mengurangi dampaknya dengan hal - hal sederhana seperti memakai sedotan stainless, tidak pakai kantong belanja, thrifting dan lain sebagainya. Tentunya Morning Whistle ingin turut serta dalam membawa perubahan bagi lingkungan berkelanjutan, salah satunya dengan mengelola limbah handuk lewat dropbox #SwitchToWell" ungkap Elisabet.